Muhammad Junaedi Mahyuddin
-
Refleksi
Merasa kurang itu menumbuhkan
Ada satu pemandangan yang sering bikin saya malu sendiri. Seorang pemuda tanpa kedua tangan melukis dengan kakinya. Garisnya mantap, warnanya…
Read More » -
Refleksi
Belajar Menjadi Sumur
Beberapa pekan terakhir ini saya tertegung menyaksikan mobil silih berganti masuk di halaman Masjid Taqwa Enrekang. Mobil tersebut mengangkut tong…
Read More » -
Opini
Untuk Annangguru Muhammad Syibli Sahabuddin
Ada kabar yang tidak pernah siap saya dengar, meski saya tahu ia pasti datang. Kabar wafatnya Annangguru Muhammad Syibli adalah…
Read More » -
Refleksi
Jaga Matamu, Karena Ia Telah Menuntunmu
Di usia 39 tahun, akhirnya saya duduk di kursi optometris, menatap huruf-huruf yang selama ini saya paksa untuk tetap jelas…
Read More » -
Refleksi
Menjaga Streak Api dan FOMO
Di layar ponsel, ada api kecil yang tampak sederhana. Warnanya merah-oranye, menyala di samping nama teman, disertai angka yang terus…
Read More » -
Refleksi
Jejak yang Tak Nampak di tanah Bulo
Akhir-akhir ini Kecamatan Bulo seperti menyimpan harapan baru di dalam tanahnya. Banyak orang membuka lahan dan menanam durian. Ada juga…
Read More » -
Refleksi
Putih, tak pernah berdiri sendiri
Pernahkah kita memperhatikan warna putih di dalam ruangan yang benar-benar gelap? Di sana, putih seperti kehilangan keistimewaannya. Kain putih, dinding…
Read More » -
Refleksi
Catatan Kecil dari Rumah yang Kehilangan Kipas
Belakangan ini, cuaca panas terasa lebih berat dari biasanya. Matahari seperti tidak memberi kesempatan untuk bernapas. Sejak pagi, udara sudah…
Read More » -
Refleksi
Apapi lagi, menikahlah!.
Ada masa ketika seorang pemuda sudah tidak lagi bisa disebut “terlalu muda” untuk menikah. Ia telah memiliki pekerjaan, mampu memenuhi…
Read More » -
Refleksi
Pertemuan di Baruga Colliq Pujie
Senin 20 Juli 2026, saya datang ke kampus FSD UNM Parangtambung untuk mendampingi salah satu mahasiswa (UNIMEN) yang akan tampil…
Read More »