Muhammad Junaedi Mahyuddin
-
Refleksi
Mandar Ethno Musik Concert, obat jiwa
Tadi malam, persis pukul satu, ponsel saya berdenting. Cuma sekali, pelan, seperti jangkrik yang kesepian dan salah alamat. Tapi anehnya,…
Read More » -
Refleksi
Belajar Pada Cristiano Ronaldo
Jadi, gini ceritanya. Cristiano Ronaldo itu kayak orang yang dikutuk untuk selalu membawa beban di atas pundaknya, tapi setiap kali…
Read More » -
Refleksi
Ibu di Gerbang Pabrik
Sewaktu saya kuliah S2 di Semarang, antara 2011 hingga 2014, ada satu pemandangan yang setiap pagi dan sore selalu berhasil…
Read More » -
Refleksi
Mencari Suara yang Hilang di Tengah Kebisingan
Sore itu, di pinggir Sungai Tinambung, dua orang penikmat musik dekker, duduk sambil memandangi air yang mengalir pelan. Sebenarnya tidak…
Read More » -
Refleksi
Mental Pengguna Pertamax, seharusnya!.
Hidup di zaman sekarang memang agak unik. Informasi datang lebih cepat daripada kemampuan kita mencerna. Harga kebutuhan naik sebelum gaji…
Read More » -
Refleksi
Menghidupkan Cerita, Membiasakan Mendengar
Ada yang menarik dari generasi muda hari ini. Mereka hidup pada zaman yang begitu kaya informasi, namun miskin percakapan. Melalui…
Read More » -
Refleksi
Ponsel dan Kemanusiaan Kita
Ada yang lebih menyayat hati dari tenggelamnya Elmi Febrianti di Apparalang hari Ahad kemarin. Bukan ombaknya. Bukan tebingnya. Bukan keindahannya.…
Read More » -
Refleksi
Kopi, Nada, dan Orang-Orang yang Hidupnya Adalah Musik
Saya tidak tahu persis jam berapa cerita asyik itu dimulai. Yang saya tahu, saya terlambat datang. Dan seketika kopi saya…
Read More » -
Refleksi
Dari Idulfitri ke Iduladha: Perjalanan Manusia Mengelola Diri
Ada yang menarik dari dua hari raya besar dalam Islam: Idulfitri dan Iduladha. Keduanya datang dalam jarak waktu yang tidak…
Read More »