Ada seorang pria tinggi, bahu lebar, kumisnya lebat seperti punya jadwal makan sendiri. Kalau berjalan, aspal seolah menyingkir duluan. Di…
Read More »Refleksi
Jam dua belas siang di kampung dan matahari tidak sedang bercanda. Ia memanggang segala yang bergerak dengan tekun. Aspal mengkilap,…
Read More »Hammae….! saya memulainya. (bahasa khas orang Mandar ketikan melihat sesuatu yang berlebihan)… Lihatlah itu, Meja makan yang biasanya hanya dihuni…
Read More »Ada pemandangan yang sungguh khas di setiap kantor ketika Ramadan tiba. Seseorang yang biasanya gesit tiba-tiba berubah menjadi patung bernapas.…
Read More »Malam itu, setelah tarawih, sop ubi sudah menunggu di meja. Asapnya mengepul pelan, seperti orang yang sedang berpikir keras tapi…
Read More »Di antara semua cara untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, mungkin tidak ada cara yang lebih indah dengan duduk ditepian pantai…
Read More »Pernah tidak kamu perhatikan tukang jalangkote yang berjualan di pinggir jalan? Dia bangun jam tiga subuh, menguleni adonan kulit, memotong…
Read More »Ada satu aroma yang selalu membuatku berhenti berjalan ketika bulan Ramadan datang. Aroma itu tidak datang dari restoran mahal. Bukan…
Read More »Isi yang Berbeda, Tapi Satu Tujuan Yang menarik dari jalangkote adalah isinya tidak seragam. Di satu warung ada yang pakai…
Read More »Kalau ada satu hal yang bikin orang Sulawesi Selatan dan Barat rela antre sampai keringat tujuh turunan di bawah terik…
Read More »








