Pengabdian

Asosiasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi Swasta Indonesia

(APSBK-PTSI) resmi di bentuk

17 Desember 2025, Dari enrekang menuju Semarang sebagai dosen yang diamanahi tanggung jawab sebagai Ketua Prodi Bimbingan Konseling Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) sebagai upaya dalam menunjukkan komitmen menjalin koneksi penguatan tata kelola akademik nasional dengan tentunya terjun langsung memberi andil dalam pembentukan Asosiasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APSBK-PTSI).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui agenda Seminar Nasional dan Temu Kolegial Prodi BK PTS se-Indonesia yang diselenggarakan di Kampus Universitas PGRI Semarang pada tanggal 18 Desember 2025. Kegiatan tak tanggung-tanggung dihadiri oleh puluhan perguruan tinggi swasta yang memiliki prodi BK dari berbagai wilayah Barat, Tengah dan Timur.

Mewakili Prodi BK UNIMEN dalam forum nasional ini sebagai wujud apresiasi sekaligus mentransfer  energi positif dari Massenrempulu untuk Indonesia yang diharapkan mampu menjadi pelecut semangat dalam perjuangan pembentukan APSBK-PTSI. Sekali lagi, kehadiran saya sebagai bukti dan sebagai langkah yang nyata bahwa posisi Prodi BK UNIMEN  bagian dari komunitas akademik BK nasional yang siap aktif dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

APSBK-PTSI lahir dari kesadaran bersama bahwa program studi BK di lingkungan PTS membutuhkan ruang untuk saling terhubung dan bertumbuh. Tantangan pengelolaan akademik yang semakin kompleks, perubahan kebijakan pendidikan tinggi yang terus bergerak, serta tuntutan peningkatan kualitas lulusan mendorong munculnya inisiatif ini. Asosiasi ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kurikulum, memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, mengembangkan riset serta publikasi ilmiah, dan mengoptimalkan pengabdian kepada masyarakat yang berakar pada keilmuan bimbingan dan konseling.

Dalam rangkaian kegiatannya, para peserta terlibat dalam seminar nasional bertema “Membangun Ruang Tumbuh dan Sembuh: Kolaborasi Strategis untuk Kesehatan Mental Remaja Indonesia.” Tema tersebut mengajak semua pihak untuk memotret isu kesehatan mental remaja lebih dekat sebagai tanggung jawab bersama. Kehadiran para narasumber nasional dari bidang bimbingan dan konseling serta psikologi memperkaya diskusi dan membuka perspektif baru tentang pentingnya kolaborasi lintas keilmuan.

Forum ini juga memberi perhatian serius pada percepatan penerapan Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome-Based Education/OBE). Penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dibahas sebagai langkah nyata dalam memastikan mutu pendidikan sekaligus mendukung pencapaian akreditasi unggul. Upaya ini dipahami bukan sekadar memenuhi standar administratif, tetapi sebagai komitmen untuk menghadirkan lulusan yang benar-benar kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain itu, pengembangan kerja sama riset dan publikasi ilmiah antarprodi BK PTS menjadi fokus penting dalam pertemuan tersebut. Kolaborasi dipandang sebagai kunci untuk memperluas kontribusi akademik di era pendidikan tinggi yang semakin terbuka dan terintegrasi. Melalui dialog kolegial dan sidang pleno, para peserta akhirnya menyepakati pembentukan APSBK-PTSI serta merumuskan deklarasi asosiasi sebagai dasar langkah bersama ke depan sebuah komitmen kolektif untuk saling menguatkan dan terus meningkatkan kualitas.

Muhammad Junaedi Mahyuddin

Pria kelahiran dari kampung kecil yang bernama Banua baru. Saat ini aktif mengabdi sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button